Kenalkan aku dengan diriku

Bismillah,

"Di antara ciri-ciri kebahagian dan kemenangan seorang hamba adalah : Bila ilmu pengetahuannya bertambah,bertambah pula kerendahan hati dan kasih sayangnya.Setiap bertambah amal-amal soleh yang dilakukan, bertambah pula rasa takut dan kehati-hatiannya dalam menjalankan perintah Allah. Semakin bertambah usianya, semakin berkuranglah cita-cita keduniaannya. Ketika bertambah hartanya, bertambah pula kedermawaan dan pemberiannya kepada sesama. Jika bertambah tinggu kemampuan dan kedudukannya, bertambahlah kedekatannya pada manusia dan semakin rendah hati kepada mereka.

Sebaliknya, ciri-ciri kecelakaan adalah: Ketika bertambah ilmu pengetahuannya , semakin bertambah kesombongannya.Setiap bertambah amalnya,kian bertambah kebanggaannya pada diri sendiri dan penghinaannya kepada orang lain.Semakin bertambah kemampuan dan kedudukannya, semakin bertambah kesombongannya" (Al Fawa-id, Imam Ibn Qayyim)
Di saat aku membaca baris-baris pesanan tulisan Ibn Qayyim ini, hati rasa terusik. Di manakah kedudukan diri? Adakah aku mempunyai ciri-ciri kebahagiann dan kemenangan atau berada dalam ciri-ciri kecelakaan? Astagfirullah, aku perlu mengenal diriku sendiri!

Bukan mudah mengenal diri sendiri.Bahkan, lebih mudah mengenali orang lain. Ibn Qayyim ada menyebut lagi,

"Barangsiapa yang mengenal dirinya, ia akan sibuk untuk memperbaiki diri daripada sibuk mencari-cari aib dan kesalahan orang lain"
Mengenal diri adalah mengenal keburukan diri yang ada. Supaya yang buruk dapat dielokkan dan yang bengkok dapat diluruskan. Jika seseorang kenal dan mengetahui keadaan jiwanya, maka ia akan mudah mengawal dan mengawasi keinginan-keinginan buruknya. Kerana sesungguhnya, manusia itu digoda pada titik yang paling lemah. Jika dia lemah pada wanita, maka godaan akan datang melalui itu. Jika seseorang lemah pada makanan, maka syaitan akan berusaha menggodanya pada makanan.

Orang yang tidak mengenal diri, bahkan melupakan keburukan dirinya adalah orang yang tidak mampu mengetahui dan seterusnya mempengaruhi jiwa orang lain.Al Kailani ada menyebut,
"Bila engkau mampu meluruskan kekurangan yang ada pada dirimu, beerti engkau mampu meluruskan kekurangan yang ada pada orang lain.Kemampuanmu menghilangkan kemungkaran tergantung kepada kekuatan imanmu memerangi kemungkaran dalam dirimu..."
Aku sangat terkesan membaca pesanan Al Kailani ini. Perlu muhasabah diri. Perlu terus membaiki diri. Perlu terus mengenal diri.

Seperti yang didoakan oleh Yusuf bin Asbath, seperti itu juga aku berdoa...

Allahumma arrifni nafsii...Ya Allah kenalkan aku dengan diriku......

p/s: Dipetik dan diolah dari pembacaan buku "Mencari Mutiara di Dasar Hati karangan Muhammad Nursani

Comments

MRCD said…
Jika kita kenal siapa pencipta kita, pasti kita akan kenal siapa diri kita.
Mimiamilia said…
InsyaAllah,semoga Allah membuka hati kita agar kita dapat mengenaliNya..